Tara tersenyum menatap layar ponselnya. Pengacaranya mengabari jika hasil persidangan berakhir dengan baik. Tak terjadi pertikaian sengit seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Pria itu hanya menggertaknya dan Tara merasa beruntung karena bisa memiliki rumah yang sekarang ia tinggali. Abimanyu bahkan memberikan sejumlah uang untuknya. Benar-benar tak diduga. Senyum di wajah Tara menghilang begitu melihat pesan masuk dari Abimanyu yang meminta mereka untuk bertemu hari ini. Padahal, Tara sudah memperjelas jika ia tak ingin lagi bertemu dengan pria itu. Mengapa isi pesan pria itu terkesan memaksa. “Kita harus bertemu hari ini. Harus dan jangan menolak atau aku akan menjemputmu ke kantor,” begitulah isi pesan Abimanyu yang saat ini hanya dipandanginya, tanpa ingin dibalas. Sedetik kemudian,

