Kembali pada Orang Tua Kandung

1096 Kata

Sean tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip bayangan rasa sakit yang tak pernah benar-benar pergi. "Yang menyayangiku hanya Kak Bima dan Papa," katanya pelan, suaranya seperti angin yang menyapu daun-daun kering di jalanan sepi. "Tidak dengan Mama. Dia tidak pernah menganggapku dan Kak Bima anaknya. Karena sebenarnya Kak Bima juga anak angkat mereka." Wijaya memandang Sean dengan mata yang melebar, keterkejutan memahat raut wajahnya menjadi patung kebingungan. "Serius, Sean?" tanyanya, nadanya setengah berbisik, seolah takut kebenaran ini akan memecahkan udara di sekitarnya. Sean mengangguk perlahan, gerakan kecil itu membawa bobot cerita yang lebih besar daripada kata-katanya sendiri. "Ya," ujarnya, menundukkan pandangan ke tangan yang tergenggam di atas meja. "Keluarga itu sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN