Waktu sudah menunjuk angka lima sore. Tidak terasa, sudah hampir dua jam lamanya mereka berada di rumah sakit. Melinda keluar sebentar untuk mencari makan malam. Sesampainya di kantin, tampak Sean yang tengah mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya sembari melamun. Entah apa yang sedang dia pikirkan, Melinda hanya memperhatikannya dari jauh. Kemudian menghampiri lelaki itu dan menyapanya. “Hei!” ucapnya kepada Melinda, kemudian mengulas senyum. “Diana masih di dalam?” tanyanya kemudian. Melinda menganggukkan kepalanya. “Iya. Mereka masih ngobrol-ngobrol. Yang paling nyambung kalau ngobrol sama Mama itu hanya Diana. Yang lainnya paling cekakak cekikik aja. Apalagi Sesil. Palingan juga curhat.” Sean tersenyum tipis mendengarnya. “Begitu rupanya.” ‘Pantes aja, Bagas suka sama Diana. Ngobrol

