Dua minggu berlalu. Sean mempercepat gerakannya di bawah sana lantaran peluh itu sudah ingin keluar dari tubuhnya. Lantas lelaki itu menghujam Diana dengan sangat lincah dan cepat. Hingga akhirnya keluar dan tubuhnya terjatuh di samping Diana. Napas keduanya samar terdengar terengah-engah. Puncak itu benar-benar membuat tubuh Sean menjadi lemas seketika. Ia kemudian mengelap keringat di dahi Diana yang bercucuran begitu derasnya. Dan mengecup bibir itu singkat sembari mengulas senyumnya. “Thank you!” ucapnya lembut. Tubuh itu saling berpelukan sebelum akhirnya Diana menatap jam yang kini sudah menunjuk angka tujuh pagi. Ia pun bangun dari tidurnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari pergulatan di pagi hari tadi. Seringnya berhubungan membuat kedua insa

