Di bawah langit senja yang mulai meredup, Sean duduk termenung di teras rumah, berhadapan dengan Raka yang tengah memperhatikannya dengan tatapan penuh arti. Raka tampak tenang, namun sorot matanya menyimpan ketegasan yang tak biasa. Ia tahu, ada keresahan mendalam dalam diri Sean, sesuatu yang selama ini ia pendam sendiri. “Gampang, Sean. Elo tinggal bikin dia nggak bisa jauh dari elo. Tapi, konsekuensinya, elo gak bisa lepas dia gitu aja. Harus tanggung jawab dengan semua yang sudah elo lakukan ke dia,” ujar Raka, memberi saran yang langsung menghantam Sean. Sean menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Ia mengerti apa maksud Raka. Saran itu terdengar sederhana namun penuh makna, sesuatu yang tak bisa begitu saja ia lakukan tanpa mempertimbangkan akibatnya. Sean tahu

