◦•●◉✿◦♥◦✿◉●•◦ Pagi ini Wenny duduk di sofa tunggal dekat balkon kamar apartemennya. Sesekali ia memandangi pantulan dirinya di cermin, tubuhnya semakin kurus tak berisi, pipinya yang dulu tembam mirip Shania, kini tampak sangat tirus. Baru ia sadari bahwa berat badannya yang menurun drastis bukan karena pola makan yang dulu sempat ia kurangi, melainkan karena kanker yang pelan-pelan menggerogoti tubuhnya. Perempuan cantik itu ingat jelas apanyang dijabarkan oleh dokter Alice. Kanker yang dideritanya ada pada stadium 2A, masih tergolong stadium awal, kemungkinan untuk sembuh total masih sangat besar. Harapannya untuk hidup normal dan kembali berkumpul bersama sang putri, sang suami juga keluarga besarnya di Rembang masih sangat besar. Ia membulatkan tekad untuk sembuh, ia akan menjalani

