57 | Penuh Rindu

1621 Kata

◦•●◉✿◦♥◦✿◉●•◦ Dua hari setelah menjalani hipnoterapi terakhir, perasaan Wenny semakin baik dan semakin bertekad untuk menyelesaikan pengobatan kankernya. Ajisaka dan dokter Alice juga sudah menjadwalkan tindakan Biopsi jaringan paru-paru atau pengambilan jaringan paru untuk pemeriksaan laboratorium tiga hari kedepan. "Mas, kamu gak takut sama aku?" Wenny menumpukan dagunya pada kedua telapak tangan. "Mas?" Ajisaka yang sedang memasak kwetiau seafood menoleh dan menatap penuh tanya pada istrinya. "Ngapain harus takut?" "Ya.. kali aja yang sekarang dibelakang kamu ini bukan Wenny, tapi Dena. Kamu gak lupa kan kalau Dena pernah nusuk kamu pake pisau pas kamu lagi didapur kayak gini?" sambung Wenny penasaran. Ajisaka tersenyum kecil, ia menengadah sebentar untuk mengingat peristiwa bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN