"Panas gini badanmu Nar." celetuk Siwi, salah satu waitress yang ikut memijat pelipis Kinara. "Ini teh nya." Yudi tergopoh-gopoh membawakan segelas teh hangat dari dapur. "Hmm.. Makasih." gumam Kinara hampir tak terdengar. "Pulang aja ya Nar. Lemes gini." Kali ini Prima ikut bersuara lagi. "Hmm.." Kinara hanya mampu mengangguk lemah. "Rumah sakit aja kali Nar, panas gini." saran Siwi. Kinara menggeleng. "Kecapekan aja ini, besok juga sembuh." jawabnya lirih. "Siapa tadi yang sakit?" suara Ajisaka mendadak muncul dari tangga kecil dibalik ruangan staff. "Anu Pak, Kinara." jawab Yudi cepat. Kinara hanya bisa melirik lemas dan menyandarkan kepalanya pada bahu Siwi. Ia masih ingat dengan jelas tadi siang tubuhnya masih sangat sehat, sore hari ia baru merasakan kering di tenggorokan,

