46 | Kunjungan

1600 Kata

◦•●◉✿◦♥◦✿◉●•◦ Wenny masih menyusutkan air matanya dalam dekapan Ajisaka. Sang suami pun tak tinggal diam, dengan sebelah tangannya ia mengusap pelan bahu Wenny. Tak segan pula ia memberi kalimat-kalimat menenangkan serta kecupan kecil dipuncak kepala Wenny meskipun banyak pasang mata yang melihat mereka. Wenny dan Ajisaka sedang berada di bandar udara Ahmad Yani sekarang, menunggu jadwal penerbangannya menuju Singapura. Demikian juga Willy, pria yang usianya dua tahun lebih muda dari Ajisaka itu sedang menyusun koper dan memeriksa ulang dokumen-dokumen untuk penerbangan mereka. Keberangkatan mereka berdua yang mendadak, tentu saja membuat Willy kelimpungan menyiapkan semuanya. Pun pekerjaannya di Pijar Cafe dan cabangnya, terpaksa ia serahkan sementara pada Prima. Kedua orang tua mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN