SYOK. Itulah satu kata yang dapat melukiskan perasaaan hatiku sekarang. Aku tidak tahu harus tertawa atau menangis. Kurasa bertemu dengan Pak Leo merupakan takdir teraneh yang pernah kuhadapi. Sebab mau dipikir berapa kali pun, semalaikat-malaikatnya Pak Leo dia tetap saja diktator ulung dan negosiator nomor satu se-planet Mars raya. Coba bayangkan! Dengan sekali pertemuan dengan Mamah dan Bapak, Pak Leo berhasil membujuk orang tuaku untuk menyetujui rencananya untuk menikah secara agama dulu karena mendesak demi kesembuhan. Lagian nikah agama itu tidak rumit kata ustadz tinggal syarat sahnya terpenuhi ya jadi. Nah, barulah setelah itu kurang lebih sebulan kemudian kami mengadakan nikah secara sipil dan resepsi karena itulah yang diinginkan Pak Leo, katanya agar lebih matang. "Gila

