Waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, dan laki-laki itu masih terjaga. Dia duduk di depan mejanya, kerut dahinya terlihat samar. Matanya tidak henti-henti membaca berbagai data. Tangannya sibuk membolak balik kertas, dan jarinya terkadang sibuk mengetik sesuatu di laptop yang ada di depannya. Regan sangat sibuk malam itu. Bukannya sibuk melakukan hal yang tidak berguna, dia harus belajar mengambil alih perusahaan kecil yang sempat didirikan papahnya. Saat ini Regan adalah tulang punggung keluarganya. Walaupun sekarang hanya tinggal dirinya dan mamahnya, tetap saja regan ingin hidupnya terjamin. Ia ingin membuat mamahnya tidur dengan nyenyak setelah memakan makanan yang enak, seperti yang biasa dilakukan oleh papahnya sendiri. Regan yang sibuk dengan kuliah, belajar untuk menjadi pemimpi

