Setelah meghabiskan makanannya, kini regan dan nanda berada di luar rumah makan itu. Niatnya sih regan akan mengantarkan nanda pulang, tapi nandanya sendiri ga mau. “rumah lo dimana?” tanya regan sambil memakai helmnya, “ditinggal.” Jawab nanda polos. Jawbaan tersebut menghentikan pergerakan regan yang tinggal menceklek helmnya, dia memandang nanda sebal “ngelawak lo?” tanya regan sinis “rumah lo dimana? Alamat rumah lo?” “gue bisa pulang sendiri.” “yakin?” “iya.” Ujar nanda dengan penuh keyakinan sebelum beberapa detik kemudian dipatahkan oleh regan “lah lo kan ga punya duid?” rasanya nanda ingin mengubur dirinya di gorong gorong yang berada di bawahnya. “yaudah bentar, lo tunggu disini aja.” ujar regan sambil menjauh dari nanda, dia menelpon seseorang. Nanda hanya mengangguk an

