Arsen pulang tepat jam 11 malam. Ia mendapati Nadine tertidur di sofa. Melihat hal itu ada perasaan hangat menghampiri Arsen. Arsen membangunkan Nadine dengan cara menepuk-nepukan pipinya. “Nadine..” Nadine mulai membuka matanya membiarkan cahaya dari lampu mulai masuk. “Mas...” “Pindah gih... Jangan tidur di sofa.” Nadine mengucek matanya sebelum benar-benar bangun. Ia berjalan ke dapur dan mulai memanaskan masakannnya. Arsen yang melihatnya, senyumnya mengembang. Ia tiba-tiba saja memeluk Nadine dari belakang. Nadine sedikit terkejut melihat perlakuan Arsen. Nadine berbalik. Ia menatap mata Arsen. Arsen mencium bibir Nadine lagi. Melumatnya pelan tapi menuntut. Nadine membalasnya, lengannya melingkar di perut Arsen. Sedangkan Arsen sendiri salah satu tangannya sudah berada di kepala

