Arsen menatap foto Nadine di ponselnya. Ia merindukan istrinya itu. Hari ini istrinya akan pulang dari kerjaan luar negerinya. Dan iya juga telah menyiapkan sepasang tiket PP untuk ke Venesia. Tapi, saat ia pulang rumahnya terlihat gelap. Tak ada tanda-tanda manusia yang tinggal. Arsen menyalakan lampu rumahnya lalu menunggu istrinya. Tapi sekali lagi, sampai keesokan paginya Ben menjemputnya untuk berangkat syuting Nadine tak kunjung pulang. Arsen merasakan perasaan tak enak. Tapi ia segera mengenyahkannya. Istrinya itu pasti baik-baik aja. Hari ini ia akan syuting di perusahaan tempat Nadine bekerja. Kesempatan Arsen akan menemui istrinya itu. Tapi sampai disana ia tak melihat adanya tanda-tanda istrinya itu. Arsen memegang skripnya, ketika melihat Adel lewat ia menyuruh Ben memanggil A

