Tak terasa sudah 2 bulan Nadine tinggal bersama neneknya. Jatah liburannya juga sudah selesai. Ia masih membolos. Nadine menyalakan handphonenya. Tak lupa ia membeli kartu yang baru. Ia mencari nomor Daniel bosnya. Setelah mendapat pencerahan Nadine akhirnya yakin. Jika ia tak bekerja sedangkan ia sudah mengajukan gugatan ia pasti tidak akan bisa menghidupi anaknya nanti jika bercerai dengan Arsen. Lalu Arsen?? Nadine tak peduli. “Hallo pak..” “Ini siapa?” “Saya Nadine pak.” “Nadine... Ya ampun. Kamu ngilang kemana aja selama ini?? Kamu nggak tau ya?? Suamimu stress tuh nyariin kamu! Saya tiap hari di terorr orangnya. Oh ya, saya sampai lupa kamu baik-baik aja kan?” keluh Daniel. “Saya baik-baik aja pak.” “Yaudah.. Kamu kapan masuk kerja?” Nadine tersenyum. “Lusa pak.” “Oke.. Sa

