Arsen membuka matanya, ia bangun lalu melihat kesekelilingnya Merasakan pusing di kepalanya. Ia memijit pelipisnya pelan. Harusnya tadi ia tidak tidur disini. Arsen memegangi kepalanya sebelum berjalan kembali ke kamarnya. Lebih baik ia melanjutkan pekerjaannya nanti. Sekarang ia harus masuk ke kamar dan melanjutkan tidurnya. Tapi, ketika keluar kamar ia melihat bayangan orang yang di rindukannya, Nadine. Perempuan itu sedang berdiri di depannya dengan membawa kotak. Arsen memjijit pelipisnya. Ia benar benar merindukan Nadine sehingga sekarang pun ia melihat bayangan Nadine yang melihatnya kaget. Arsen menatap kedepan bayangan Nadine lagi. Bayangan itu tak hilang seperti biasanya. Deg... Arsen langsung mendekatinya cepat. Tepat di depannya Arsen langsung menyentuh pipi Nadine. Memasti

