BAB 43

925 Kata

Arsen berdebar. Ini ancaman pertama Nadine. Ia benar-benar takut. Nadine pasti akan menggugatnya. Dan pernikahannya tak akan pernah selamat. Tak bertemu Nadine?? Itu adalah mimpi buruk untuknya. Lalu juga tidak akan bertemu calon anaknya juga. Arsen benar-benar tak akan bisa hidup. Ia akan benar-benar hancur. Lebih baik ia kehilangan popularitasnya daripada kehilangan Nadine. Lebih baik ia kehilangan segalanya daripada kehilangan Nadine. Arsen berlutut di depan kaki Nadine. Ia menangis. Nadine tersenyum mengejek melihatnya. “Nggak usah ekting lagi deh Sen. Kunci mobilku!!” pinta Nadine. Arsen menggeleng. Ia menangis di depan Nadine agar perempuan itu sedikit tersentuh dan mau mendengarkan penjelasannya. “Kamu beneran salah faham. Itu nggak seperti yang kamu lihat. Aku bawa ke rumah karn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN