Jagat tiba di Rumah Sakit Harapan Kita saat azan Magrib baru saja berkumandang. Begitu urusannya di kantor beres, Jagat segera lepas landas ke tempat si kecil dirawat inap. Sebetulnya berat bagi Jagat meninggalkan Zein tadi siang, rasanya ingin tetap menemani, pun tak mau ke mana-mana walau yang menjadi urusannya adalah hal paling urgent. Bagi Jagat—entah sejak kapan tepatnya, atau sejak dia punya anak—tak ada urusan yang pentingnya melebihi kepentingan si kembar. Tak ada yang lebih utama dari Zero dan Zein. Tadi di kantor hingga saat meeting genting di luar pun khawatir terus bawannya, teringat Zein. Belum lagi lusa Jagat harus ke Swiss. Tak hanya Swiss, ada negara lainnya juga yang perlu Jagat kunjungi. Ini karena proyek Jagat mancanegara. Ditariknya napas pelan, Jagat menekan hande

