94 | Cemburu Tak Berhak

2103 Kata

"Bu Cala, waktu Seruni nikah, kok, nggak undang-undang?" Ada tamu tak terduga yang datang ke kediaman orang tua Seruni, yakni tetangga masa lalu. Ibunya Sandyakala. Auto cupika-cupiki, lalu dipersilakan masuk, tak lupa disuguhi. Sekarang sambil ngeteh ngobrol-ngobrol. Bahasannya soal Seruni. "Oh, iya. Maaf, Bu. Waktu itu, kan, saya nggak tahu alamat rumah baru Ibu. Ini juga kita baru tukar kontak lagi setelah Uni sama Al ketemu. Malah saya kira, Ibu sekeluarga pindahnya ke luar kota, lho." "Waktu itu emang ke luar kota, sih. Ikut papanya Al, dinas. Tapi sekarang saya ikut Al. Dia ada usaha di Jakarta, lho." "Oh, iya. Al usaha apa itu, Bu?" balas Ancala. Diletakkannya cangkir teh ke meja. "Kayak agen-agen gitu, lho, Bu Cala. Spionase kata si Alnya, sih. Buka jasa mata-mata swasta. Eh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN