95 | Tak Tahan

2510 Kata

Seruni mengusap-usap rambut basahnya dengan handuk. Sudah ganti baju sekalian di kamar mandi, kini mengenakan piama lengan panjang. Yang mana ketika keluar dari kamar kecil itu, sosok Jagat masih duduk di sisi brankar Zein. Seruni menggigit bibir bagian dalam, menahan desakkan perasaan yang tak mau dia jabarkan dengan jujur. Hanya ada helaan napas setelah itu. Ngomong-ngomong .... "Mana Sus Sani?" "Ssst," tegur Jagat, jarinya di bibir. "Zein tidur." Terlihat tangan Jagat beranjak dari d**a Zein, habis mengusap-usap tampaknya. Lalu ada senyum di bibir pria itu, tatapannya di anak mereka. Seruni tidak berkata apa-apa lagi. Zein betulan terlelap dan Jagat yang menidurkan anak itu. "Tadi dokter ke sini," bisik Jagat. "Waktu kamu mandi." Oke. "Udah dicek suhu, katanya turun." Jagat seny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN