"Mami ... dulu benelan Caca hidup di pelut Mami?" "Beneran. Kenapa memang?" "Pelut Mami kecil, kok, bica Caca muat di cini?" Sambil Nuansa tepuk-tepuk pelan perut maminya. Bersama-sama rebahan di ranjang. Ini harusnya Nuansa tidur siang, tetapi malah ngajak ngobrol. Padahal Nadi sudah pulas di kasurnya. "Bisa, dong. Kan, dulu Caca kecil. Terus perut Maminya juga membesar." Mata bulat Nuansa mengerjap, ada binar macam kelap-kelipnya di sana, bentuk penasaran dan antusiasme. "Iya. Ada, kan, foto Mami waktu hamil Caca sama Nadi. Udah lihat, kan?" "Belum. Mana, Mami? Caca mau tahu cebecal apa pelut Mami." Duh. Baiklah. Seruni meraih ponselnya yang diletakkan di nakas. Dia gulir benda canggih itu, lalu ditunjukkan kepada sang putri. "Nih, lihat. Besar, kan, perut Mami?" Ada foto mat

