"Bella!!" Seru Nataline dari gerbang sekolah, Bella yang terlebih dahulu memasuki gerbang langsung menoleh ke arah suara yang meneriakinya tadi.
"Eh Nat, jangan lari-lari nanti lo jatoh.." Ujar Bella berniat menghampiri Nataline tapi tidak jadi karena Nataline lebih cepat menghampiri Bella karena berlari.
"Huft....gila gue bangun kesiangan, gara-gara kemarin maraton nonton drakor sampe jam dua pagi." Ujar Nataline dengan nafas tidak teratur.
"Parah lo, terus tadi lo bangun jam berapa? Jangan-jangan lo ga mandi Nat." Bella penasaran.
"Gue bangun jam setengah tujuh pagi, gue mana sempet mandi, cuci muka sama sikat gigi aja juga udah syukur Bella, terus tadi gue kesini naik gojek, untung mamang gojeknya ngejalanin motornya secepat kilat, udah kek Valentino Rossi, ah gila cape banget gue Bella." Nataline tampak kelelahan tapi lega karena datang ke sekolah tepat waktu walaupun tadi gerbang sekolah sudah hampir ditutup.
"Minum dulu lo tuh, ngos ngosan gitu." Ujar Bella sambil menggelengkan kepala, merasa heran dengan tingkah temannya yang satu ini, ternyata awalnya dia kira Nataline sangat kaku, tapi kini dia tahu kalo Nataline orangnya konyol.
"Iya nanti di kelas aja, gue bawa minum ko Bel, ayo cepet." Nataline menarik tangan Bella dan berlari bersama menuju kelas.
***
Danny dan ketiga kawannya, Fajri, Rey dan Gilang, tampak memasuki wilayah kantin sekolah pagi itu."Bu, nasi uduknya 4 ya sama teh manis anget juga 4." Teriak Danny sambil duduk di bangku kantin yang kosong bersama ketiga temannya.
"Dan, parah lo ngajak bolos pelajaran pertama, mana gurunya Pak Deri lagi." Ujar Fajri.
"Ah bawel lo, tapi kan lo juga mau-mau aja ngikutin ajakan gue." Ujar Danny sambil menepuk pundak Fajri.
"Iya juga sih." Ujar Fajri mengiyakan tapi dengan ekspresi muka keheranan, ya dia heran dengan dirinya sendiri kenapa mau-maunya dirinya diajak bolos bersama.
"Biasa aja dong mukanya Faj, gausah heran sama kebegoan lo, gue aja udah ga heran karena saking seringnya, tapi gue aneh kenapa si Fenny anak osis tuh mau ya sama lo." Ujar Rey seolah-olah tahu apa yang sedang ada dipikiran Fajri hanya dengan melihat ekspresi wajahnya itu.
"Kurang asem.......pake bawa-bawa cewe gue lagi." Ujar Fajri dengan ekspresi melotot ke arah Rey.
"Namanya juga bulol, Rey makanya lo buruan punya pacar biar tau rasanya jadi bulol." Timpal Gilang diikuti tawa renyahnya karena puas mengejek Rey dan Fajri bersamaan.
"Parah lo, ngatain gue sama Fajri sekaligus, berasa paling bagus aja lo, udah tau lo juga jomblo." Ujar Rey yang tak terima dengan ejekan Gilang.
"Eh Dan, gue denger dari anak-anak kemarin lo berantem ya sama anak baru? Ada masalah apa si Dan sampe berantem gitu, lagian tu anak baru gede juga nyalinya ngajak lo berantem, mana cewe pula, tapi Dan jangan terlalu keras deh sama cewe kasian." Fajri mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia nyari masalah sama gue, mentang-mentang masih baru. Gue gasuka sama dia, liat aja gue bakal bikin hidupnya ga tenang di sekolah ini sampai dia mau minta maaf dan sujud di kaki gue." Ujar Danny menjelaskan dengan tatapan penuh dendam.
"Dan...udahlah itu kan cewe, jangan berkepanjangan Dan lagian gue yakin dia ga akan kaya gitu kalo lo nya ga mancing duluan." Ujar Rey mencoba menghentikan niat busuk Danny.
"Ko lo malah belain tu cewe sih?" Ujar Danny dengan nada yang meninggi.
"Bukan gue belain, tapi gue gamau lo berbuat aneh-aneh apalagi sama cewe." Ujar Rey menjelaskan.
"Yang ini harus gue kasih pelajaran dulu." Tegas Danny.
"Kalian kaya gatau Danny aja, dia kan emang orangnya gabisa keganggu dikit, balas dendamnya panjang, yang penting kita udah ingetin lo Dan, dia cewe jangan keterlaluan sama dia." Ujar Fajri mencoba mengingatkan. Sementara Danny hanya diam sambil menatap layar ponselnya.
"Awas lo nanti bisa-bisa lo suka sama dia." Celetuk Gilang.
"Gak lah, ga mungkin gue suka sama tu anak baru, ga akan." Tolak Danny dengan tegas.
"Awas lo makan omongan sendiri." Tambah Fajri.
"Yaudah kalo lo suka sama tu cewe, si Jassie buat gue aja ya." Ujar Rey bercanda.
"Apaan si lo Rey, jadi bahas Jassie, Jassie temen gue." Ujar Danny dengan kesal.
"Temen gue, Gilang sama Rey juga Dan, kan kita juga kenal sama dia." Ujar Fajri sambil tertawa.
"Ini kenapa jadi bahas Jassie sih, udah udah lupain, ga mood makan kan gue jadinya." Danny pun hendak beranjak pergi dari tempat duduknya.
"Eh Dan, ini nasi uduknya udah dateng mau kemana lo?" Ujar Rey sambil menunjuk ke arah nasi uduk yang kini telah ada di meja makan yang beberapa saat lalu diantar oleh ibu kantin.
"Mau ke UKS pusing gue." Jawabnya tanpa melihat ke arah teman-temannya sama sekali dan beranjak pergi.
"Yaudah nasi uduk lo buat gue aja ya Dan, sayang kalo ga dimakan!" Teriak Gilang namun tak dihiraukan oleh Danny.