Berbohong

580 Kata
"Bella, lagi apa Nak? ayo makan dulu sayang, ini mama udah siapin makan malam loh." Ujar Bu Arini, mama dari Bella, membujuk Bella dari luar kamarnya agar mau makan malam bersama. "Iya sebentar Ma, aku lagi ngerjain tugas nih tanggung dikit lagi. Nanti aku nyusul ke ruang makan habis ini Ma." Ujar Bella berteriak dari dalam kamarnya. Ya, Bella tampak sedang sibuk sejak tadi sore sepulang sekolah, baru hari pertama sekolah dia sudah diberikan tugas yang lumayan banyak, walaupun begitu Bella termasuk anak yang pintar dan mudah paham dalam urusan belajar, dia juga termasuk anak yang ambisius, dia sangat memperhatikan nilai-nilai setiap mata pelajarannya. Orang tua Bella sebenarnya termasuk orang tua yang tidak terlalu memperdulikan masalah nilai anaknya di sekolah, sudah mau sekolah dan belajar, memiliki teman dan melakukan hal positif yang Bella suka itu sudah cukup bagi orang tuanya. Orang tua Bella merasa bersalah karena sejak kecil Bella tidak mendapatkan perhatian yang cukup, keduanya sibuk bekerja di perusahaan yang sama dan sama-sama memiliki posisi penting di perusahaannya, maka dari itu sebagai gantinya mereka akan selalu mendukung apapun yang Bella lakukan selama itu hal positif dan membuat anaknya senang. "Yaudah jangan lama-lama ya, nanti makanannya keburu dingin Nak." Ujar sang mama lalu kembali bergegas ke ruang makan meninggalkan kamar Bella. *** "Ma, Bella ga makan malam sama kita?" Tanya Pak Tama, Papa Bella. "Katanya nanti mau nyusul Pa, Bella lagi fokus ngerjain tugas dulu tanggung katanya." Ujar sang mama menjelaskan. "Oh yaudah kita makan duluan aja kalo gitu Ma." Ujar sang papa. Tak lama kemudian Bella turun dari tangga hendak ke ruang makan. "Bella gimana tugasnya? Udah selesai Nak?" Tanya sang papa. "Udah dong Pa, sekarang Bella mau makan, laper nih." Ujar Bella sembari tersenyum, lalu duduk di kursi makannya. "Oke, terus gimana hari pertama kamu di sekolah baru? Seneng ga?" Tanya sang mama. "Seneng ko Ma, Pa, Bella punya temen baru disana dan orangnya baik, gurunya juga baik-baik, pokonya Bella seneng banget." Ujar Bella, dia sengaja tidak menceritakan kejadian dengan Danny tadi karena tidak mau orang tuanya cemas, berbohong soal ini tidak masalah katanya dalam hati. "Oh syukur kalo kamu senang, tadinya Mama sama Papa khawatir takut kamu ga betah di sekolah baru kamu, apalagi Papa merasa bersalah karena udah maksa kamu ikut pindah ke Bandung bersama kami." Ujar sang papa. "Engga ko Pa, Bella seneng di Bandung. Lagian di Jakarta juga Bella ga punya siapa-siapa, lebih baik disini ada Mama sama Papa." Ujar Bella meyakinkan. "Oh ya, Mama sama Papa hari ini tumben pulangnya cepet dan Mama juga jadinya bisa nyiapin makan malam, biasanya Papa sama Mama pulangnya sering malam terus waktu masih tugas di Jakarta, kenapa?" "Iya karena masih minggu pertama, jadi ga terlalu sibuk, makanya Mama sama Papa bisa pulang cepat." Ujar sang papa "Kamu pasti kangen masakan Mama kan Nak?" Tanya sang mama dengan nada sedikit bercanda. "Yaampun Mama, kenapa nanya, jelas lah aku kangen, jarang-jarang Mama masak, tapi walaupun Mama jarang masak, masakan Mama tuh selalu enak." Jawab Bella sambil mengambil satu suap nasi dan lauknya lalu dimakannya dengan lahap. "Yaudah Bella, kalo gitu cepet makan, habis itu langsung tidur ya biar besok ga bangun kesiangan untuk sekolah." Ujar sang mama, beliau pun tersenyum kecil tanda bahagia karena anaknya bilang bahwa masakannya selalu enak. Bella pun makan dengan lahap bersama mama dan papanya, malam itu dia sangat bahagia bisa makan malam bersama, karena momen seperti ini sangat jarang untuk Bella, jika boleh dia ingin setiap hari bisa makan malam bersama dengan kedua orang tuanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN