Kekanak-kanakan

344 Kata
Hari pertama Bella di sekolah pun akhirnya berakhir, Bella bernafas lega karena akhirnya dia berhasil melewati hari pertamanya di sekolah, ditambah sekarang dia sudah memiliki teman baik, walaupun waktu istirahat tadi Bella mendapat kejadian yang tidak mengenakkan karena harus bertemu dengan Danny. "Bella rumah lo dimana? Lo pulang naik apa?" Tanya Nataline. "Rumah gue di sekitar jalan Setyowahid Nat, kalo lo? Gue bawa motor ko." Ujar Bella. "Oh iya? Kita searah dong." Ujar Nataline dengan ekspresi terkejutnya, hingga Bella mulai terbiasa dengan ekspresi itu. "Wah bagus dong hehe, yaudah lo pulang bareng gue aja hari ini mau ga?" Tanya Bella. "Mau Nat! kalo emang boleh hehe." Jawab Nataline dengan ekspresi bahagia. "Oke, yaudah yu ke parkiran bareng." Ujar Bella sembari tertawa kecil karena gemas melihat ekspresi Nataline saat ini. *** Saat di parkiran sekolah, Danny melihat Bella dan Nataline sedang berjalan ke arah parkiran motor. Danny saat itu tengah berada di mobil ferrari kesayangannya tidak jauh dari parkiran motor, dia baru saja akan memajukan mobilnya, seketika niat buruknya untuk menjahili kedua gadis itu muncul, dia lalu memajukan mobilnya dan melempar botol minuman plastik yang sudah kosong ke arah kedua gadis tersebut. "Sorry tolong buang botolnya dong, makasih ya." Ujar Danny dari dalam mobilnya sembari tertawa puas tampak tak berdosa. "Eh buang sendiri dong, ngapain nyuruh orang, ga sopan banget sumpah, emangnya gue babu!!" teriak Bella pada Danny yang seketika menjalankan mobilnya kembali seusai mengerjai Bella dan Nataline. "Bella udah biarin aja, gaada gunanya kita lawan Danny, yang ada kita yang kalah walaupun kita bener." Ujar Nataline mencoba menenangkan Bella. "Tapi Nat, dia tuh udah keterlaluan banget tau ga, kekanak-kanakan banget." Ujar Bella masih geram. "Iya Bella, gue tau ko, yaudah yu lanjut ke parkiran, malu diliat orang kalo marah-marah ga jelas disini Bella." Ujar Nataline membujuk Bella. Setelah ditenangkan Nataline, kemarahan Bella sedikit mereda dan mereka berdua pun kembali bergegas menuju parkiran. Sementara itu, Danny tampak senang dan puas setelah melihat ekspresi kesal Bella saat dia melempar botol minuman ke arah gadis tersebut. "Mampus lo! Makanya gausah cari gara-gara sama gue." Gumamnya dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN