Jam istirahat pun telah tiba, Bella melihat Nataline yang sepertinya tidak berniat untuk istirahat keluar kelas.
"Nat, lo ga akan istirahat keluar kelas?" Tanya Bella pada Nataline.
"Engga Bella, gue biasa istirahat di kelas, lagian gue bawa bekal juga, kalo lo mau keluar silahkan aja." Ujar Nataline sembari tersenyum.
"Tapi Nat, gue belum kenal sama anak-anak lain, lo mau ga temenin gue ke kantin? Nanti gue yang traktir deh karena lo udah mau nganterin gue ke kantin." Bella membujuk.
"Hmmmmm oke deh gue temenin lo ke kantin, tapi lo gausah traktir apa-apa soalnya gue udah bawa bekal ko." Akhirnya Nataline mau ke kantin setelah dibujuk Bella karena merasa tidak enak meninggalkan Bella sendirian ke kantin mengingat perkataan Bella bahwa di sekolah ini dia belum mengenal siapapun selain dirinya.
***
"Ini Neng, bakso sama teh pucuknya." Ujar ibu kantin sambil memberi semangkok bakso dan sebotol teh pucuk pada Bella.
"Makasih ya Bu." Ujar Bella sembari tersenyum pada ibu kantin tersebut.
"Nat, lo beneran gamau nih?" Tanya Bella pada Nataline untuk meyakinkan.
"Engga Bel, udah lo makan aja keburu dingin ntar. Oh iya Bel, kenapa lo bisa pindah sekolah?" Tanya Nataline.
"Papa sama mama kebetulan ditugasin kerja di Bandung, jadi gue juga ikutan pindah sekolah ke Bandung." Jawab Bella.
"Oh gitu, yaudah deh Bel, mudah-mudahan lo betah ya sekolah disini." Ujar Nataline.
"Pasti dong, kan ada lo." Bella mengeluarkan kalimat sedikit menggoda untuk Nataline sembari tertawa kecil agar suasana tidak terlalu canggung.
"Yakin lo? Gue ngebosenin deh kayanya, gue gapernah punya teman deket selama di sekolah, baru lo doang yang deket sama gue kaya gini." Ujar Nataline yang meragukan perkataan Bella tadi disusul perubahan raut wajahnya yang terlihat kecewa saat membicarakan dirinya sendiri.
"Yaampun Nat, gue gatau kenapa lo insecure gini, tapi gue yakin lo bisa jadi temen yang baik dan menyenangkan." Jawab Bella meyakinkan Nataline sembari menggenggam tangan gadis itu agar tidak merasa insecure lagi.
"Makasih ya Bella, gue bersyukur bisa kenal sama lo, tapi lo ga penasaran kenapa gue ga pernah punya temen?" Ujar Nataline.
"Ga, gue gamau denger lo insecure lagi, gue tau lo tuh cuma gamau terbuka aja makanya gabisa punya temen." Ujar Bella sembari menyuapkan bakso terakhir ke mulutnya.
"Ko bisa sih lo tau?" Nataline terkaget-kaget dengan ekspresi melototnya, hampir saja bola matanya keluar.
"Ck Naaat Nat ternyata lo polos banget." Gumam Bella dalam hati diikuti gelengan kepala dan senyuman kecil saat melihat ekspresi Nataline.
"Hmmmm....eh Bella istirahat mau selesai lima menit lagi ni, kita ke kelas yu, bakso lo udah habis juga tuh." Ujar Nataline sembari bersiap-siap merapikan tempat bekal makannya.
"Iya ayo Nat." Bella pun berdiri dan hendak beranjak dari tempat duduknya yang kemudian diikuti oleh Nataline.
Tiba-tiba saat Bella hendak berjalan, dia menabrak seorang siswa memakai pakaian olahraga yang membawa bola basket ditangannya, ya siswa tersebut adalah Danny. Danny adalah cowo paling populer satu sekolah, dia terkenal tampan tetapi kepribadiannya yang dingin dan pendendam membuatnya ditakuti satu sekolah dan tidak ingin ada yang bermasalah dengannya, ditambah lagi orang tua Danny yang kaya raya sering memberi sumbangan untuk sekolah, membuat Danny menjadi berkuasa. Tetapi disamping itu para gadis di sekolah tersebut tampak mengagumi Danny karena parasnya yang tampan, banyak yang berkhayal bahwa mereka bisa menjadi pacar Danny. Tetapi Danny tampak tidak tertarik dengan para gadis sekolahnya, tidak pernah ada wanita yang diperlakukan baik olehnya selain bundanya di rumah dan teman kecilnya, Jassie, yang juga berada di sekolah yang sama dengan Danny saat ini.
"Eh maaf gue ga sengaja." Ujar Bella pada Danny usai tidak sengaja menabrak Danny sehingga bola yang sedang Danny pegang terjatuh, Bella sendiri tampak kaget.
"Ambil bolanya." Ujar Danny dengan tatapan dingin dan tajam.
"Eh iya maaf gue ambilin." Ujar Bella setengah ketakutan karena melihat ekspresi Danny yang menakutkan.
"Ini bolanya." Ujar Bella pada Danny setelah mengambil bola Danny yang jatuh tadi.
"Lo ga sengaja nabrak? apa sengaja karena emang mau caper?" Kalimat yang keluar dari mulut Danny yang terdengar sangat menyebalkan bagi Bella setelah sebelumnya dia ambilkan bola Danny yang jatuh tadi.
"Lah emang gue beneran ga sengaja ko, gue juga udah minta maaf, bisa ga santai aja ngomongnya, kan bolanya juga udah gue ambilin." Ujar Bella dengan nada kesal.
Nataline yang melihat kejadian tersebut, panik dan mulai menghentikan Bella yang hendak bertengkar dengan Danny.
"Bella, udah Bella ayo kita ke kelas, bentar lagi istirahatnya beres, sekali lagi maaf ya Danny, Bella beneran ga sengaja, tadi dia ga liat lo lagi jalan, Bella juga masih baru di sekolah ini, maaf kalo misalnya kata-katanya ada yang kurang sopan ke lo." Ujar Nataline pada Danny berharap Danny tidak akan melakukan sesuatu yang buruk pada temannya itu.
"Oh, anak baru lo ternyata, pantesan ngomongnya rada kurang ajar." Ujar Danny tampak sekilas memperhatikan Bella dari kepala sampai kaki dengan tatapan mengejek.
"Udah yu Nat, kita pergi." Bella mengabaikan ucapan Danny tadi dan menarik tangan Nataline lalu bergegas pergi melewati Danny. Nataline masih dengan ekspresinya yang ketakutan jika Danny akan berbuat buruk pada temannya.
Tiba-tiba tangannya ditahan oleh Danny. "Lo mau dimaafin ga sama gue?" ucapnya setengah berbisik di telinga Bella.
"Apa-apaan lo! Lepasin! Gue cuma ga sengaja nabrak lo doang lagian!" Bella memberontak.
"Lo gatau siapa gue?" Danny masih menahan tangan Bella dan tatapannya pada Bella tampak mengintimidasi.
"Emang siapa? Eh bentar kayanya gue tau deh, lo tuh kayanya tipe anak yang suka caper dan so berkuasa." Ucap Bella dengan berani yang akhirnya membuat Danny mau melepaskan genggaman tangannya tadi.
"Gue masih bisa ngasih lo ampun, kalo lo mau sujud di kaki gue dan bilang maaf dengan tulus." Ucap Danny santai dan pandangannya sudah tidak tertuju ke arah Bella lagi yang ada disampingnya, tapi lurus ke depan.
"Dih gila lo, haus hormat banget, ga akan pernah gue sujud sama lo." Ujar Bella tegas.
"Oke kesempatan lo untuk gue maafin habis." Danny menatap Bella kembali dan bergegas meninggalkan Bella duluan.
"Idih nyebelin banget lagaknya." Ujar Bella kesal.
"Bella lo meningan minta maaf sama Danny, Danny orangnya pendendam banget di sekolah ini dan gaada yang berani sama dia, udah ada beberapa anak yang keluar dari sekolah ini karena bermasalah sama si Danny, gue gamau lo ga tenang karena bermasalah sama dia Bella." Ujar Nataline menjelaskan dengan penuh kekhawatiran.
"Sampai kapan pun gue gamau sujud sama dia, gue gamau serendah itu Nat." Bella menjelaskan.
"Oke sorry ya Bella, kalo saran gue tadi ternyata nyinggung lo, gue ga bermaksud gimana-gimana, gue cuma takut lo kena masalah aja sama Danny, maafin gue Bella." Ucap Nataline menyesal karena sudah menyuruh Bella untuk meminta maaf pada Danny dan melakukan apa yang Danny mau hanya demi kehidupan sekolah Bella yang tenang, tapi tidak terpikirkan olehnya bahwa itu membuat harga diri temannya tampak rendah.
"It's ok Nat, lo ga salah gausah minta maaf, lo cuma khawatir sama gue, kedepannya semoga aja hal buruk ga menimpa gue ya, yaudah yu balik kelas." Bella mencoba menenangkan Nataline dan keduanya pun bergegas kembali ke kelas.