Semuanya berlangsung begitu saja, membuat Sheila kembali terlena. Baru saja Sheila terlena hingga akhirnya Henry menghentikan ciumannya membuat Sheila tersadar. Sheila menunduk memandangi mie instannya itu. Dia lagi-lagi menikmati apa yang Henry lakukan. Wajahnya sekarang memanas yang Sheila yakini bahwa wajahnya akan terlihat sangat merah. “Lanjutkan makanmu.” Sheila mengangguk kemudian menyantap mie instannya lagi. Sekarang Sheila tidak berani melirik Henry. Henry sepertinya tampak biasa saja dengan apa yang sudah terjadi. Sheila benci dengan dirinya yang terasa murahan seperti ini. Mungkin setelah ini, Sheila harus sering-sering menyiram dirinya dengan air dingin agar pikirannya kembali jernih. Suasana yang terasa canggung itu masih Sheila rasakan hingga akhirnya Sheila harus k

