Bab 49 - Satu Poin Untuk Jeka

1013 Kata

Aruna tidak bisa tidur, padahal sekarang jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Gadis berambut sebahu itu menatap langit-langit kamar, memikirkan kata-kata Jeka tadi pagi yang jujur mengenai perasaannya. Berbanding terbalik dengannya yang sudah putus delapan kali setelah mengakhiri hubungan dengan Jeka, ternyata lelaki itu tidak pernah memiliki hubungan dengan lawan jenis setelah mereka putus. Si rambut merah muda ini mengubah posisi menjadi duduk di pinggir ranjang, kemudian mengambil sesuatu dari laci. Dia yang masih menyimpan kotak berisi surat-surat dari Jeka kini mengambilnya dan membuka kotak tersebut setelah sekian lama. Entah apa alasannya Una memilih menyimpan kertas-kertas itu alih-alih dia bisa langsung membuang surat yang setiap hari ditulis Jeka. Aruna bahkan masih inga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN