Aruna merapikan berkas-berkas di meja kerjanya saat jam sudah menunjukkan pukul dua belas kurang lima menit. Gadis berambut pink sebahu itu memutuskan untuk merapikan penampilan sebelum dia pergi makan siang keluar. Saat perempuan itu tengah membuka resleting pouch make up-nya, Jeka menghubungi lewat ponsel. "Kamu makan siang di kantin, kan? Saya ikut, ya?" ucap Jeka langsung tanpa meminta persetujuan Aruna dulu. "Saya mau makan di luar siang ini, Mister." "Sendiri?" "Sama Mas Aming." "Saya ikut.” Aruna yang kini tengah memoleskan lipstik di bibir sembari bercermin, menghela napas. Dia sempat menempelkan bibir atas dan bibir bawah agar warnanya merata, baru menjawab, "Ya sudah." Jeka tersenyum di ruangannya lalu berkata 'yes' tanpa suara. "Kamu pergi ke luar jam berapa?" "Sebentar

