Sudah hampir dua minggu papa berada di rumah sakit. Tulang kakinya patah dan beberapa bagian tubuh luka berat karena insiden itu. Meski si pelaku menanggung seluruh biaya rumah sakit, tetap saja ... mereka tidak tahu rasanya menjadi Aruna dan keluarga yang mendapati salah satu anggota keluarga mereka dalam kondisi seperti itu. Aruna kadang masih suka menangis sendiri di balik meja kerjanya. Dia kadang juga ingin cepat waktu menunjukkan pukul lima sore agar bisa pulang dan pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi papa. Sudah dua kali Jeka berkunjung ke sana juga untuk menjenguk. Untung, Jeka tidak memberatkan dia. Lelaki itu membiarkan Aruna pulang tenggo setelah pekerjaan sekretarisnya selesai. Bisa dibilang, hubungan mereka berdua jauh lebih membaik akhir-akhir ini. "Aruna, kamu mau

