Keduanya janjian untuk bertemu di salah satu halte. Aruna datang diantar adiknya, sementara Jeka bersama supir. Dia melambaikan tangan saat melihat sosok laki-laki yang berjalan cepat menghampirinya dengan style serba hitam. Dari mulai topi sampai sepatu, warnanya sama. Berbeda dengan Una yang memakai pakaian cerah. Ditambah dengan topi warna merah muda juga masker putih yang menutup wajah. Oh, jangan lupakan kacamata hitam. Rambut pendeknya dikuncir satu hari ini. Jeka tersenyum di balik masker saat melihat gadis itu, kemudian bertanya saat sudah berada di hadapan Una. "Maaf, kamu nunggu lama, ya?" "Hampir sepuluh menit. Ayo buruan, keburu target pergi.” Keduanya masuk ke dalam halte dan duduk bersebelahan di kursi panjang yang tersedia. Mereka memperhatikan Karamel yang berada agak ja

