"Je!" panggil Aruna, Jeka menoleh dan merendahkan sedikit tubuhnya karena Aruna menyuruh. Perempuan itu mendekatkan wajah ke telinga Jeka dan bersuara sedikit keras agar dia bisa dengar. "Kayanya gue kenal Jeyfarandi." "Kamu kenal?" tanya Jeka, matanya sedikit membulat. "Kalau gak salah orang, abang dia itu mantan gue pas SMP. Tapi dulu yang gue tahu namanya Andi.” "Sepertinya benar, dia orangnya," ucap Jeka yang kini menatap manik mata Aruna. "Kalau gitu kita pindah aja ke tempat yang memungkinkan gue supaya lebih mudah manggil dia. Gimana?” Jeka kembali menatap ke arah depan sembari menegakkan tubuh, kemudian mengarahkan Aruna untuk jalan lebih dulu menerobos lautan manusia yang makin lama makin banyak. Susah sekali rasanya, banyak yang tidak mau memberi jalan. Jeka berusaha melindu

