Asmitha Kumari dan Liang Mei Hwa memeriksa tenda He Hua, namun tidak menemukan gadis pemilik lesung pipit itu. "Atau jangan-jangan He Hua tenggelam di danau?" tebak Asmitha Kumari, ekpresi wajahnya khawatir dan panik. "Nah, iya mungkin saja," sahut Mei Hwa ikut-ikutan panik. Kedua gadis itu berlari menuju danau tempat mereka berenang tadi. Napas mereka terengah-rengah dan jantung berdetak dua kali lebih cepat. Sudah tidak ada murid-murid perempuan dan laki-laki yang berenang di danau. Mereka berdua tambah khawatir. "Aduh, bagaimana ini ke mana He Hua pergi?" Asmitha Kumari bergerak gelisah, mondar-mandir seperti setrika. "He Hua, kamu di mana?" jerit Asmitha Kumari. "He Hua, jika kau berada di dekat sini kasih tanda!" pekik Liang Mei Hwa. Seorang gadis berambut panjang menyem

