Suasana hening dan sepi. Hewan-hewan malam saling bersahut-sahutan mengisi melody alam. Guru Lou yang tengah mengawasi tenda-tenda muridnya melihat seorang pria bertopeng yang hendak melangkah masuk ke tenda Li Xinyuan. Sebelum pria bertopeng itu masuk Guru Lou menghalanginya. Adu pedang dan kekuatan spiritual tidak terelakkan. Jingwu menusukkan pedang tajam lurus dengan tujuan menusuk jantung Guru Lou dalam satu kali langkah. Guru Lou menghindar ke sebelah kanan. Suara dentingan pedang saling beradu memecah keheningan malam yang sunyi. Jingwu mengarahkan pedang tajam ke leher Guru Lou. Dengan gesit guru Luo menerjang, dia berputar lalu mendarat di atas tanah. "Siapa kamu? Mengapa kamu datang ke tenda murid Academy Chao Xing? Apa tidak takut kehilangan kepala?" tanya Guru Lou di sela

