He Hua menyimpan batu kerikil bercahaya ke dalam saku hanfunya. Dia berjalan ke kamarnya, duduk di ranjang kasur mengeluarkan batu kerikil bercahaya tersebut. Asmitha Kumari masih terlelap lelap. Bahkan kotoran cairan bening meleleh dari mulutnya. Menjijikkan sekali. Posisi selimutnya tidak karuan. He Hua masuk ke ruang giok permata oranye tingkat dua. Burung lovebird berbulu oranye dan ungu hinggap di ranting pohon. Gadis cantik berkulit putih itu mengambil batu kerikil dari dalam hanfu abu-abu yang membalut tubuh rampingnya. Burung lovebird menjatuhkan batu kerikil sampai jatuh ke tanah bersamaan suara pecah. "Mengapa kau memecahkannya? Aku sudah susah payah mencarinya." Bibir He Hua manyun. "Gadis bodoh! Lihat ke bawah." He Hua mengambil serpihan batu kecil berwarna kuning cer

