Chapter 30 - Serangan Monster Berlendir

1040 Kata

Asmitha Kumari sebagai teman sekamar tentu saja gelisah. Dia bergerak mondar-mandir sambil menggigit kukunya kebiasaan ketika takut dan cemas. Acara perjamuan sudah selesai sejak dua jam yang lalu, tapi He Hua belum pulang juga. "Dia pergi ke mana ?" ujarnya khawatir. "He Hua kenapa kamu tidak memberi tahu aku?" ****************************************** Seekor makhluk berbentuk siput lengkap dengan cangkangnya yang bergaris-garis berukuran besar berdiri dengan jarak lima meter, dari He Hua dan bapak tua itu. Kulit badannya cokelat tua dan matanya hijau tua menatap kedua orang itu. "Makhluk berlendir ukuran raksasa?" beo He Hua. Biasanya orang-orang yang tinggal di sawah suka memasak siput, terkadang digoreng atau dicampur dengan yang lain. "Cepat pergi Pak!" titah He Hua ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN