1. Hari Pernikahan Luna & Albert
“Selamat atas pernikahan kalian ya. Om dan Tante berdoa supaya pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan.”
Aluna Bagaskara yang berdiri bersebelahan dengan Albert Hermawan yang kini sudah sah menjadi suaminya di depan mata hukum negara dan hukum agama pun tersenyum pada sosok Gilang Algantara yang turut hadir bersama keluarga besarnya dalam acara pernikahan sederhana antara Luna dan Albert.
Hari itu, Luna hanya mengenakan gaun putih sederhana dan melangsungkan pernikahan di taman belakang rumah keluarga Bagaskara sesuai permintaannya. Albert sendiri hanya memakai setelan berwarna putih senada dengan gaun yang dipakai Luna dan pernikahan mereka dirahasiakan sesuai keinginan keduanya sehingga pernikahan pun dibuat sesederhana mungkin dengan kehadiran keluarga dekat yang menjadi saksi pernikahan mereka.
Reiner Algantara mendatangi Luna untuk mengucapkan selamat. Reiner sudah menganggap Luna seperti adiknya sendiri dan keputusan Luna menikah dengan Albert jelas berat diterima oleh Reiner mengingat Albert adalah salah satu orang yang berada di dalam cerita masa lalunya.
Reiner menghela napas panjang lalu kembali memeluk Luna dengan erat. Setelah melepaskan pelukannya, Reiner menyalami Albert. Luna sudah mengambil keputusan dan Reiner berusaha menghormati keputusan adiknya itu. Setelah Reiner selesai mengucapkan selamat, Giska pun mengikuti Reiner dan memberi selamat pada keduanya namun di depan Albert, Giska menyalami seniornya itu, “Selamat ya Dokter Albert. Semoga Dokter Albert dan Luna bahagia.”
Albert hanya tersenyum sementara Reiner dengan cepat kembali memeluk erat Luna. Luna mengerti kegelisahan Reiner tapi mungkin ini memang sudah jalan takdirnya yang akhirnya menjadi istri Albert Hermawan.
“Kita akan tinggal di apartemen ini sementara waktu. Kamu bisa tidur di kamar yang ada di sebelah sana,” Albert berucap sambil menunjuk sebuah pintu, “Apartemen ini jaraknya sangat dekat dengan rumah sakit jadi memudahkan saya kalau tiba-tiba ada panggilan darurat yang mengharuskan saya segera sampai di rumah sakit.”
Luna duduk di sofa sambil mengitarkan pandangannya ke sekeliling apartemen yang cukup luas ini. Albert masuk ke dalam sebuah ruangan dan meninggalkan Luna yang masih duduk di sofa seorang diri. Jelas pernikahan yang sedang ia jalani ini tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Menikah tapi ia dan suaminya tidur di kamar yang berbeda. Luna dan Albert hidup dalam satu apartemen yang sama namun pada kenyataannya keduanya tidak pernah bersinggungan satu sama lain hingga... Luna sakit.
“Kamu sudah sadar?”
Luna mengitarkan pandangannya dan menyadari kalau sebuah infus sudah terpasang di punggung tangan kanannya. Luna berusaha bergerak untuk bangun dari posisi tidurnya namun denyutan rasa sakit menghantam dirinya membuat Luna memilih mengurungkan niatnya.
“Jangan banyak bergerak.” Albert buka suara sambil menempelkan tangannya ke dahi Luna. Pria itu duduk di samping tempat tidur Luna. “Kamu masih demam tinggi dan saya sudah memeriksakan darah kamu ke Lab. Hasilnya kamu positif DBD. Saya ingin membawa kamu ke rumah sakit tapi kamu menolak jadi saya memanggil suster untuk merawat kamu.”
Ia menolak? Luna bahkan tidak ingat kalau dirinya sempat menolak dibawa ke rumah sakit. Luna hanya diam mendengarkan penjelasan Albert.
“Saya harus ke rumah sakit jadi panggil suster yang bertugas menjaga kamu. Hubungi saya kalau kamu merasa tidak nyaman.” Albert berdiri dan hendak meninggalkan kamar ketika suara Luna membuat langkah pria itu berhenti.
“Mas.”
Albert menoleh.
“Terima kasih.”
Albert hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. “Tidurlah lagi. Saya tidak akan lama.” Setelah itu Albert pergi.
Luna menatap pintu kamar yang tertutup. Untuk pertama kalinya sejak menikah, ia merasa Albert tidak sepenuhnya seperti pria dingin yang selama ini ia kenal. Untuk pertama kalinya setelah tiga bulan menikah Albert dan Luna kembali berinteraksi. Biasanya mereka saling diam seakan mereka adalah orang asing yang kebetulan tinggal satu rumah dan bukan pasangan suami istri.
Delapan bulan berlalu dan perlahan pernikahan Albert dan Luna mulai berubah. Setelah Luna jatuh sakit, keduanya semakin sering berinteraksi. Apartemen yang awalnya terasa asing perlahan berubah menjadi rumah. Albert dan Luna mulai mengenal dan terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Sebuah perasaan muncul di antara keduanya dan akhirnya pernikahan mereka pun menjadi pernikahan yang sesungguhnya. Setelah semua yang terjadi di antara mereka, Luna dan Albert akhirnya benar-benar menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri. Mereka tidak lagi tidur di kamar yang berbeda dan perlahan kehidupan rumah tangga mereka mulai terasa seperti pasangan suami istri pada umumnya.
“Aku mau ke rumah sakit dulu, ada pasien darurat. Kamu hari ini mau ke kantor?”
Luna menoleh menatap Albert yang sedang terburu-buru mengancingkan kemejanya, “Iya. Hari ini aku ada meeting, Mas... Kamu hati-hati di jalan!” Luna berteriak di akhir kalimatnya karena Albert dengan cepat pergi karena ponsel pria itu kembali berbunyi.
Jika dibandingkan dengan awal pernikahan mereka, kini setelah delapan bulan bersama dan banyak hal yang sudah terjadi di antara keduanya, Luna dan Albert sudah layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Usia pernikahan mereka memang masih cukup muda, tetapi keduanya sudah mulai terbiasa dengan kehidupan sebagai suami istri.
Luna tidak pernah menyangka pernikahan yang awalnya ia jalani tanpa perasaan akhirnya bisa berubah seperti ini. Pria yang dulu hanya ia kenal sebagai Albert Hermawan kini sudah menjadi seseorang yang begitu penting dalam hidupnya dan tanpa Luna sadari, perasaan itu sudah berubah menjadi cinta dan perlahan tapi pasti Luna mulai takut kehilangan Albert.
Perjodohan yang dulu begitu Luna benci justru membawa dirinya kepada seseorang yang memang ditakdirkan untuk bersamanya. Untuk pertama kalinya ia mulai percaya bahwa mungkin pernikahan ini memang bisa menjadi rumah untuknya.
Namun Luna tidak tahu kalau kebahagiaan yang baru saja ia rasakan bersama Albert mungkin tidak akan berlangsung selamanya. Ada sesuatu yang belum Luna ketahui. Sesuatu yang perlahan akan mengubah pernikahan mereka...