Bab 49

1095 Kata

Hendra terlihat masih tak percaya jika Wilman setega itu pada dirinya. Sahabat yang selama ini selalu bersamanya, telah tega memfitnahnya hanya karena seorang perempuan. Perempuan yang bahkan telah dia sia-siakan hanya demi skripsi. "Selamat ya untuk wisudanya, maaf aku enggak bawa apa-apa soalnya tadi buru-buru," kata Hendra sambil menggenggam tanganku. "Tidak apa-apa Hen, dan maaf aku sudah salah paham padamu," kataku sambil menatapnya dengan penuh cinta. Hendra mungkin tidak membawa sebuket bunga atau yang lainnya, tapi dia memberikan ketenangan hati yang jauh lebih berharga dari apa pun. Hendra telah menghilangkan semua kegundahan hatiku yang telah terlalu bodoh terpengaruh dengan perkataan Wilman. Ya, aku memang bodoh yang masih saja percaya pada Wilman, sedang aku tahu j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN