Bab 50

1059 Kata

Aku terus menatap wajah Hendra yang sedang duduk di balik kemudi. Aku mencoba mencari tahu apa yang mengganggu pikirannya hingga dia hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dan aku...aku tak berani untuk mengganggu semua pemikirannya. Huft...aku menarik napas dalam dan membuangnya secara perlahan. Aku mencoba menghempaskan semua rasa kesalku pada Hendra yang hanya diam tanpa kata. "Kamu kenapa?" tanya Hendra saat menyadari aku sedang memajukan bibirku tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Bukan aku, tapi kamu," kataku sambil meliriknya tajam. "Maaf sayang," kata Hendra sambil mengelus rambutku lembut. Aku membalikkan badanku untuk menatap dia yang sedang berkonsentrasi pada jalanan yang ada di hadapannya. Sekarang dia mulai dapat tersenyum dan wajahnya mulai melembut, ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN