Aku duduk termenung di atas tempat tidurku. Aku masih memikirkan apa yang Hendra katakan tadi, sesuatu yang tak mudah aku percayai dan sesuatu yang tak mudah aku terima. Di satu sisi aku memang mencintai Hendra, sangat. Tapi di sisi lain aku sulit menerima apa yang dikatakan oleh Hendra tadi. Aku hanya seorang perempuan biasa yang memiliki hati dan harapan untuk masa depanku. Mengambil keputusan ini adalah hal tersulit di dalam hidupku. Mataku terus menatap kosong ke arah dinding. Aku sungguh tak dapat mengambil keputusan yang sangat sulit ini. Aku terlalu takut jika apa yang akan aku putuskan nanti menjadi hal yang aku sesali di kemudian hari. Benar semua orang punya masa lalu dan kita harus menerima semuanya satu paket. Tapi jika masa lalunya seperti Hendra, aku tak tahu a

