Aku terdiam selama beberapa saat. Aku masih memikirkan baik buruknya jika aku menceritakan semuanya kepada Mama. Dan aku masih takut jika Mama akan memintaku untuk meninggalkan Hendra hanya karena hal tersebut. Aku belum siap untuk kehilangan Hendra. Aku menatap wajah Mama yang sedang menatapku dengan penuh kasih. Aku melihat pancaran ketenangan dan kedamaian dalam tatapan Mama. Ya, Mama memang selalu dapat membuatku tenang ketika aku menghadapi masalag sebesar apa pun. Berulang kali aku menarik napas dan membuangnya secara perlahan. Aku melakukan hal itu hanya untuk menghilangkan semua keraguan dan ketakutanku ketika berbicara kepada Mama tentang semuanya. "Bicaralah, Di," kata Mama sambil menggenggam tanganku dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. "Tadi...tadi Hendea

