Bab 43

998 Kata

Aku menatap kepergian Wilman dan Mela. Aku tak pernah menyangka jika sikap Wilman akan berubah 180 derajat seperti itu. Dulu saat bersamaku dia tak pernah sekasar itu, dia pria yang manis dan baik. "Kok bengong?" tanya Hendra padaku. "Aku aneh saja bagaimana bisa Wilman berubah drastis seperti itu," "Namanya juga orang sayang, kita tak pernah tahu apa yang mereka alami hingga dapat membuat dia berubah 180 derajat," "Ya sih Hen," "Sudahlah, ayo makan sebelum dingin," Aku mulai menyantap sepiring spageti yang tadi telah kami pesan. Hhhmmm...rasanya benar-benar membuat lidahku bergoyang. Aku terus melahap spagetiku dengan lahap tanpa memperhatikan Hendra yang telah berhenti makan. Saat menyadari hal itu, aku langsung berhenti makan dan menatap Hendra dalam. "Ada apa?" tanyaku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN