Bab 44

1084 Kata

Aku baru saja sampai ke rumah setelah makan malam bersama Hendra. Ya, dia mengantarku tepat waktu seperti permintaan Papa, jam 21.00 tepat. Tapi sayang Hendra tak dapat mampir lama karena dia telah janji akan pulang ke rumah orang tuanya. Mengingat rumah orang tua Hendra, aku jadi teringat pada kakek yang merupakan ayah Hendra. Sudah sangat lama aku tak bertemu dengannya. Ya, aku tidak bertemu dengannya sejak Hendra keluar dari rumah sakit. Apakah nanti aku akan tetap memanggil kakek atau memanggil ayah seperti Hendra? Ah...pikiranku terlalu jauh melayang. Suatu pemikiran yang belum tentu sampai pada hal itu. Tapi aku benar-benar berharap dapat bersama dengannya. Dia pria yang dapat membuatku nyaman, jauh lebih nyaman daripada saat aku masih bersama Wilman. "Cie yang lagi ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN