Diona Pov Hendra menggenggam tanganku erat menuju penjual es krim yang tak jauh dari Polres. Aku memang sangat menyukai es krim di sini, dan aku telah menjadi pelanggan tetap. Sebenarnya ada tempat lain yang jauh lebih enak dari ini, tapi tak memungkinkan untuk ke sana karena Hendra masih harus bertugas. Saat sampai di penjual es krim, kami langsung duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jalan. Dan seorang pelayan yang sudah mengenalku langsung menghampiriku. "Selamat siang," kata pelayan tersebut. "Selamat siang mbak," kataku dengan senyum sumringah. "Eh Mbak Diona, kemana saja mbak sudah lama tidak ke sini?" tanya pelayan tadi. "Aku sibuk dengan kuliahku mbak," jawabku. "Pacar baru ya mbak?" tanyanya. Wajar jika pelayan itu bertanya seperti itu, karena setahu dia a

