Diona Pov "Di bangun, sudah sampai," bisik Hendra di telingaku. Entah sejak kapan aku tertidur dipelukan Hendra. Yang jelas, saat bangun aku merasa sangat senang. Tak usah tanya kenapa aku merasa senang, karena aku yakin, setiap perempuan pasti senang saat bangun tidur langsung mendengar suara kekasihnya. "Hhhmmm...," kataku sambil sedikit mengulet. Aku menatap lekat wajah Hendra yang sedari tadi d**a bidangnya aku jadikan bantal untuk mengganjal kepalaku. Senyum indahnya menghiasi bibirnya. "Aku gak mampir ya soalnya sudah di telpon untuk segera ke Polres," kata Hendra sambil merapikan beberapa anak rambutku yang menutupi sebagian wajahku. "Ya Hen, kamu hati-hati di jalan," "Kamu mandi, makan dan istirahat, nanti aku telpon kalau semua urusanku telah selesai," "Ya Hen. Mak

