Hendra Pov Aku tak pernah menyangka jika aku akan kembali bertemu dengan Arina, perempuan yang pernah mengisi relung hatiku selama beberapa tahun yang lalu. Aku menatap Diona yang sedari tadi menemaniku. Aku tahu kalau dia cemburu karena aku mengenal Arina tapi di menyembunyikannya dengan sangat baik. Aku menggenggam erat tangan Diona dengan setulus hatiku. Dan aku tahu, Arina sedang memperhatikan kami berjalan meninggalkan ruang UGD. "Aku urus administrasi dulu Di, kamu mau ikut masuk atau menunggu di sini?" tanyaku saat aku akan membayar semua biaya pengobatan dan tentu saja untuk menebus obat yang diresepkan Arina. "Di sini saja Hen," kata Diona sambil duduk diruang tunggu. Dengan segera aku menyelesaikan semua pembayaran. Aku tak ingin Diona terlalu lama menunggu dan a

