Kurebahkan badanku di atas tempat tidur yang nyaman. Aku sedikit terguncang dengan sidang dadakan yang dilakukan oleh mama dan papa. Karena sebelumnya aku tak pernah menyangka kalau mereka akan melakukan hal itu, dan tepat pula saat Hendra mengantarkanku pulang. Huft...berulang kali aku menarik nafas dalam membuang semua keterguncanganku. Mencoba mencerna semua maksud dan tujuan yang dilakukan orang tuaku melakukan sidang dadakan itu. Tok tok tok Terdengar sebuah ketukan di pintu kamarku yang memaksaku beranjakan dari tempat tidur dan segera membuka pintu. Kulihat mama berdiri di depan pintu. "Ada apa, Ma?" tanyaku. "Ada Wilman di depan," kata mama. Huft...mau apalagi juga dia menemuiku lagi. Apakah aku kurang jelas bahwa aku tak ingin kembali padanya? Harus seperti apalag

