Bab 17

1045 Kata

"Sudah bicaranya?" tanyaku pada Wilman setelah lama aku terdiam. Aku sungguh tak paham apa yang seaungguhnya dia pikirkan hingga selalu meminta kembali padaku sedang dia masih berhubungan dengan Mela. Aku menatap matanya tajam seperti singa yang sedang mengawasi mangsanya. Wilman berpaling dari tatapanku dan menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan. "Di...," kata Wilman. "Kamu sudah bicara semuanya?" "Please Di kasih aku kesempatan sekali saja," Kini giliran aku yang menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Aku masih tak paham dengan cara berpikir Wilman. "Kamu ingat ga saat aku pertama kali pulang dari tempat KKN?" tanyaku pada Wilman. Dia terdiam dan seperti sedang mengingat apa yang terjadi beberapa bulan lalu. Aku menunggu dia mengin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN