Aku baru saja selesai bersiap untuk berangkat ke kampus saat kudengar ponselku berdering dengan sangat nyaringnya. Aku langsung beranjak dari depan meja riasku untuk mengambil ponselku yang tergeletak di atas tempat tidur, di samping tas dan skripsiku. Aku melihat nama yang terpampang di layar ponselku. HENDRA. Ya, Hendra menelponku setelah beberapa hari tak ada kabar darinya. Aku segera mengangkat telpon dari Hendra dengan jantung yang berdegup kencang. "Hallo Hen," kataku dengan antusias. "Hallo Di, cepet banget angkat telponnya, sudah kangen aku ya?" goda Hendra di seberang saja. Entah kenapa kata-kata Hendra berhasil membuat wajahku terasa panas. Kalau aku berdiri di depan cermin pasti aku sudah dapat melihat rona merah di kedua belah pipiku. "Siapa pula yang kangen kamu,

