Bab 10

1018 Kata

Setelah Hendra istirahat, aku beranjak dari ruang rawat inap Hendra. Perutku yang sedari tadi belum ku isi apa-apa mulai berdemo dengan begitu nyaringnya, sepertinya sebentar lagi aku tak mengisi perutku maka demo itu akan menjadi anarkis. Kulangkahkan kakiku menyusuri koridor rumah sakit yang ramai. Bau obat tercium begitu menyengat menusuk hidungku. "Bau khas rumah sakit," pikirku. Aku terus berjalan tanpa menghiraukan apa yang ada di sekitarku. Aku menuju tangga darurat yang ada di ujung koridor. Ya, aku memilih menggunakan tangga agar aku dapat menikmati kesendirianku dan sambil sedikit berolah raga. Langkah kakiku menapaki setiap anak tangga yang menjadi pijakanku. Pikiranku kembali melayang ke kekajadian yang aku alami di ruang rawat inap Hendra. Entah kenapa jantungku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN