Minta Balikan

1535 Kata

 Dua puluh menit berlalu akhirnya kami sampai di rumah. Perasaan gue nggak enak saat melihat rumah dalam keadaan gelap gulita. Apa di rumah sepi, ya? Tante Vina dan Om Davin mungkin belum pulang dari urusan pekerjaan, tapi Sinta ke mana? Apa dia menonton dengan temannya? “Thanks, ya, Dit, sudah nemenin gue. Ini jaket lo.” “Sama-sama.” Gue segera masuk ke rumah setelah Radit menerima jaketnya. Ponsel gue nggak bisa nyala lagi di tambah keadaan rumah yang gelap. Untung masih ada sinar bulan yang masuk melalui jendela setelah gue menyibak gorden biru itu. Pencahayaan seadaanya membuat gue mampu melihat saklar lampu. Rumah jadi terang seketika. Gue berbalik dan kaget melihat Sinta duduk di anak tangga terakhir sambil memeluk kedua kaki dengan dagu di atas lutut. “Ya ampun Sinta, kamu bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN